FEMA IPB University, Satu-satunya Fakultas di Indonesia dengan Fokus Ilmu tentang Ekologi Manusia

FEMA IPB University, Satu-satunya Fakultas di Indonesia dengan Fokus Ilmu tentang Ekologi Manusia

BOGOR - Studi tentang keilmuan ekologi manusia sudah sangat berkembang. Banyak perguruan tinggi yang memberikan fokus pada bidang ilmu ini dengan mendirikan fakultas bidang ekologi manusia. IPB University merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memilki fakultas bidang keilmuan ekologi manusia. Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University dibentuk untuk merespon perkembangan peradaban manusia, khususnya di Indonesia. 

“Ekologi manusia mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan budaya dengan lingkunganya. Tujuanya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, keluarga dan masyarakat secara berkesinambungan. IPB University sendiri mendirikan Fakultas Ekologi Manusia sejak tahun 2006,” ungkap Prof Dr Hardinsyah, Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, sekaligus dosen IPB University dari Departemen Gizi Masyarakat dalam kegiatan Webinar FEMA WISE, Rabu (29/07/2020).

Menurutnya ilmu ekologi manusia sudah berkembang selama satu abad terakhir. Ilmu ini mengalami perkembangan yang pesat, merespon perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Kehadiran keilmuan ini juga sangat penting pada era industri 4.0 dan masyarakat 5.0. FEMA IPB University diharapkan mampu menjadi pioner bersama stakeholder lain dalam dalam laju perkembangan keilmuan ekologi manusia di Indonesia. 

Selanjutnya Dr Budi Setiawan, Kepala Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University menjelaskan bahwa Fakultas Ekologi Manusia masuk dalam klaster keilmuan ekonomi dan manajemen. Disiplin ilmu yang dipelajari adalah interaksi manusia, masyarakat dan lingkungan kaitanya dengan lingkungan dan gizi. 

“Fakultas ini terdiri dari tiga departemen, yaitu Gizi Masyarakat (GM), Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), serta Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM). Ketiga departemen ini rintisannya adalah Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian dan Jurusan Kehidupan Keluarga Pertanian, saat IPB University masih menjadi Fakultas Pertanian Universitas Indonesia,” ugnkap Dr Budi.

Dr Rina Mardiana, dosen IPB University dari Deoartemen SKPM yang juga Kepala Pusat Studi Agraria (PSA) IPB University yang sekaligus juga koordinator mata kuliah Ekologi Manusia menjelaskan perkembangan keilmuan ini. Menurutnya perkambangan materi kuliah di bidang ini sangat cepat mengikuti perkembagnan manusia dan kebudayaannya. Bahkan mahasiswa pengambil mata kuliah ini diajak untuk melakukan aksi lapang di masyarakat untuk mempraktikkan ilmunya. 

Hal ini juga selaras dengan yang disampaikan oleh Prof Dr Ujang Sumarwan, Dekan Fakultas Ekologi Manusia. Menurutnya ilmu ekologi manusia akan cepat berkembang dengan adanya perubahan yang cepat seperti saat ini. Selain itu faktor lingkungan yang semakin rusak dan perkembangan teknologi informasi akan mempercepat prosesnya. 

“Lulusan FEMA dibekali dengan keahlian karakter untuk merespon perubahan sosial yang terjadi. Utamanya mereka dilatih untuk bisa merumuskan strategi membangun sumberdaya manusia yang berkualitas dan lebih sejahtera dengan memanfaatkan kemanjuan teknologi informasi digital,” tutup Prof Dr Ujang Sumarwan. (ipb.ac.id)