P2SDM IPB University Launching Buku Posdaya as Community Empowerment Model in Indonesia

P2SDM IPB University Launching Buku Posdaya as Community Empowerment Model in Indonesia

BOGOR - Desa memiliki potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang potensial. Sehingga saat ini desa menjadi fokus pembangunan dari banyak pihak. IPB University menjadi salah satu perguruan tinggi yang memiliki komitmen untuk memberdayakan masyarakat desa. Salah satu program yang selama ini konsisten dijalankan adalah Program Pemberdayaa Keluarga (Posdaya) oleh Pusat Studi Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University.

“Lahirnya Posdaya merupakan salah satu respon dari upaya kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai pihak, khususnya kampus, untuk memberdayakan desa. Pada tahun 2006, IPB University ikut serta dalam program penumbuhan Posdaya di desa-desa oleh P2SDM,” ujar Dr Amiruddin Saleh, Kepala P2SDM pada agenda bedah buku “Posdaya as Community Empowerment Model in Indonesia” (27/07/2020).

Menurutnya Posdaya melakukan kegiatan pemberdayaan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Berbagai riset juga sudah dilakukan oleh civitas IPB University mengenai topik Posdaya. Salah satu program turunan posdaya yang saat ini konsisten dilakukan adalah kegiatan Kampus Desa. 

“IPB University pernah mandapatkan penghargaan pemerintah sebagai pengelola Posdaya terbaik tiga tahun berturut-turut melalui program pemberdayaan Posdaya,” ujarnya. 

Hadir juga Prof Haryono Suyono, sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraaan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan (Menko Kesra dan Taskin) RI. Menurutnya program Posdaya harus membuat roadmap yang terukur agar kegiatan yang dilakukan bisa berkelanjutan. Program Posdaya harus dikembangkan dengan partisipasi yang mendengarkan aspirasi dari masyarakat.  

“Selamat atas diluncurkanya buku Posdaya. Saya sangat apresiasi. Posdaya bukan sembarangan tapi suatu yang penting dan menarik untuk dijadikan model fokus pembangunan desa. Buku ini bisa dijadikan sebagai media untuk menginformasikan bahwa Posdaya bisa menjadi wahana penciptaan kesejahteraan desa,” ungkap Prof Haryono Suyono.

Menurutnya, Posdaya juga memiliki fokus pada pengentasan kemiskinan dengan membentuk kemandiriaan ekonomi. Program Posdaya banyak mengusahakan pelatihan produksi atau jasa dari bahan baku lokal di daerah. Selanjutnya masyarakat diajak untuk memperkuat kelembagaan untuk mengemas dan memasarkan produk lokal. Hal ini mampu membangun kemandirian ekonomi masyarakat. 

Selanjutnya Prof Dr Pudji Muljono, dosen IPB University yang merupakan Guru Besar bidang Pengembangan Masyarakat mengungkapkan beberapa tujuan dari penyusunan buku tentang Posdaya. Menurutnya buku ini dibuat untuk mendokumentasikan riset tentang Posdaya selama sepuluh tahun terakhir, sekitar tahun 2010 hingga 2019. Selanjutnya buku ini juga bermaksud untuk memberikan motivasi keberlanjutan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya.

“Buku ini juga disusun untuk mempermudah evaluasi program pemberdayaan yang telah dilakukan melalui program Posdaya. Buku ini disusun oleh 12 penulis dari 114 judul penelitian dan berbagai kegiatan lapang. Setiap penulis memberikan satu buah tulisan dari 12 bab yang ada di buku,” ungkap Prof Dr Pudji Muljono. (ipb.ac.id)